Cari Disini

 DEMOKRASI BARU OSIS SMP NEGERI 2 BAJAWA TAHUN 2017

BAJAWA, SpenduJaya.co –
Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Bajawa, Ngada, NTT terus berbenah dan bersaing dengan sekolah-sekolah lain disekitarnya, lagi-lagi berkaitan dengan kesiswaan. Sekolah ini dipandang oleh masyarakat Ngada bahwa contoh pendidikan karakter siswa disekolah ini sangat baik sudah patut dijadikan contoh. Untuk kedua kalinya, SMP Negeri tertua di kota Bajawa ini mengadakan Pemilihan Umum (Pemilu) para pemimpin Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), bedanya pada tahun ini para siswa terlibat langsung dalam pencoblosan surat suara yang disiapkan oleh panitia pemilihan.

Mekanisme seleksi terbilang ketat karena dilakukan melalui kampanye dan sosialisasi program oleh kandidat yang mewakili setiap kelas dari kelas VII (tujuh) sampai kelas VIII. Sebelum masuk pada tahap kampanye dan sosialisasi program visi dan misi, para calon terlebih dahulu dites kemampuan berbicara (speaking) dan berpidato sesuai dengan materi yang telah disiapkan oleh kaur kesiswaan. Sekitar tiga bulan waktu untuk kegiatan tes kemampuan berbicara dan berpidato dihadapan calon lain, para siswa serta para guru di sekolah ini, hingga pada akhirnya menghasilkan 5 (lima kandidat yang layak menurut panelis dan pembina kesiswaan. Mereka itu adalah Stivan Kowe, Eni Raga, Lila Watungadha, Vera Wea dan Paula Rani. Ke-lima orang ini diwajibkan untuk ikut kegiatan Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) tingkat SMP Negeri 2 Bajawa yang dilaksanakan di Taman Belajar Foa - Kecamatan Aimere - Kabupaten Ngada-Flores - NTT.
- “Apa yang akan Anda lakukan jika kakak kelas Anda kedapatan membolos di jam belajar sekolah?
- Bagaimana Anda menyikapi keanekaragaman agama dan budaya yang ada di sekolah kita?”

Dua petikan pertanyaan di atas adalah secuil dari sekian banyak pertanyaan yang diajukan para panelis yang dipilih dari antara para siswa kelas 9. Stivan Kowe, calon nomor urut 1, menjawab dengan sigap. “Saya akan menegurnya. Tanpa pandang bulu. Mencatat namanya dan diberikan kepada pembina OSIS serta menjalin kerja sama dengan guru BK (Bimbingan dan Konseling). Untuk selanjutnya dibina dan diberi sanski sesuai peraturan yang berlaku.”

Hal senada juga ditegaskan Eni Raga dan Lila Watungadha. “Yang melanggar peraturan akan diberikan sanksi membersihkan semua kotoran,” tegas Lila. Mira Woa, salah seorang Dewan Guru mengajukan pertanyaan kritis, “Bagaimana jika semua siswa akhirnya tertib? Apa yang akan dilakukan terhadap semua kotoran yang ada di sekolah?” “Tentu saja itu bagus buat kita semua. Tentang kebersihan sekolah, sekolah sudah mempunyai tenaga cleaning service sebanyak 2 orang namun apabila masih terdapat kotoran disekitar sekolah dan bertepatan dan aksi OSIS dalam menertibkan para siswa maka OSIS akan memerintakan untuk membersihkan sampah-sampah yang masih ada. Saya akan membuat Hari Kebersihan Sekolah. Tepatnya hari Rabu. Lalu membagi kelompok per kelas. Dan secara gotong royong, bersama-sama, bahu-membahu menjaga ketertiban dan kebersihan sekolah kita tercinta ini,” urai Lila Watungadha.

Vera Wea, siswa kelas 8 SMP hadir dengan visi “Terciptanya OSIS SMP Negeri 2 Bajawa Yang Progresif, Berdikari, Dan Berkepribadian. “Kita harus bisa bersaing dengan semua sekolah-sekolah lain,” kata Paula Rani, calon lainnya yang disambut tepukan tangan dari semua siswa-siswi

Pembina OSIS, Teobaldus Daga S.Pd menjelaskan, kegiatan ini sudah yang kedua kalinya diadakan. Tujuan kegiatan ini bahwa sekolah ini dengan ikhlas melatih keberanian para siswa berbicara atau memberikan sambutan di hadapan khalayak, berperilaku baik, memiliki rasa tanggungjawab yang tinggi, rela berkorban, memiliki jiwa kepemimpinan, dan minimal pandai sedini mungkin.

“Saya tidak melatih para murid untuk takut pada guru, tapi bagaimana takut dan taat pada aturan. Kadang aturan bisa dilawan, tetapi ada waktu dan tempatnya,”  dan "saya berharap bahwa para orang tua yang mempunyai anaknya di kelas IV SD agar bisa menitipkan masuk di SMP Negeri 2 Bajawa saja karena kami yakin bahwa sekolah ini benar-benar serius untuk membentuk karakter semua anak didik yang ada disekolah ini", tegas Baldus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar